Yuk Catat! 7 Langkah Cegah Virus Corona Di Sekolah

img-single-page

Yuk Catat! 7 Langkah Cegah Virus Corona Di Sekolah


Layaknya virus penyebab flu dan batuk, virus Corona dapat menyebar melalui udara sehingga penularannya bisa terjadi dengan cepat. Penyebaran virus ini umumnya terjadi di lingkungan padat orang, seperti pasar, mal, bandara, termasuk di sekolah. Lingkungan sekolah bisa menjadi lokasi potensial penyebaran beragam virus, baik flu, batuk, cacar air, termasuk virus Corona. Walau begitu, kepanikan bukanlah jalan keluar untuk "melawan" virus ini, melainkan melalui langkah-langkah pencegahan dan penanganan tepat. Hal tersebut disampaikan oleh Pulmonologist Siloam Hospital Yogyakarta Paulus Wisnu Kuncoromurti. Menurut dokter yang akrab disapa Wisnu ini, virus Corona bisa dicegah dan disembuhkan bila setiap orang, khususnya guru dan orangtua, melakukan langkah-langkah tepat dalam menghadapi serangan virus ini.

Berikut langkah pencegahan penularan virus Corona di lingkungan sekolah, tempat les dan lokasi keramaian yang kerap didatangi oleh anak.

1. CTPS

Sederhana, namun inilah langkah pencegahan yang utama dalam menangkal penyebaran beragam virus, termasuk virus Corona, yakni Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Guru dan orangtua harus membiasakan anak-anak untuk mencuci tangan saat:

  • Akan memulai pelajaran di kelas. Saat akan makan.
  • Usai ke kamar mandi.
  • Usai bermain dan berkegiatan.
  • Saat tiba di rumah sepulang sekolah.

"Termasuk cuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan atau produk yang berkaitan dengan hewan. Baiknya hindari kontak dengan hewan liar, hindari kontak dengan sampah atau cairan kotor, apabila terpaksa kontak sebaiknya memakai sarung tangan," saran Wisnu.

Untuk itu, pihak sekolah maupun orangtua perlu menyediakan tempat cuci tangan yang layak, yaitu memiliki akses air bersih dan sabun. Bila memungkinkan sediakan hand sanitizer, tisu basah, tisu kering dan tempat sampah untuk membuangnya.

2. Aktifkan Ruang UKS

Gejala awal virus Corona tidak spesifik bahkan tidak ada perbedaan dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti batuk dan pilek, ujar Wisnu. Bisa berupa demam, batuk, sesak nafas, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Untuk itu, guru dan orangtua disarankan untuk tidak salah prosedur seperti percaya pada cara-cara pencegahan dan penanganan di media sosial yang tak jelas sumbernya. Langkah tepat ialah mengajak anak yang alami demam, lemas, pucat untuk segera cek suhu di ruang unit kesehatan siswa (UKS) dan orangtua perlu melanjutkan untuk periksa ke dokter. Apapun penyakitnya, penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah penyakit bertambah parah.

3. Disinfektan Ruang Kelas

Membersihkan ruang kelas dengan disinfektan secara rutin perlu dilakukan oleh pihak sekolah mengingat ruang kelas umumnya tertutup dan menjadi ruang potensial penyebaran virus. Tak hanya ruang kelas, namun meja, buku-buku, dan mainan yang sering disentuh banyak orang baiknya juga dibersihkan secara rutin untuk mengurangi berkembangbiaknya virus maupun bakteri. Dalam hal ini, orangtua bersama dengan guru bisa bekerja sama dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.

4. Ajak Anak Gunakan Masker Dengan Benar

"Masker merupakan komponen penting dalam mencegah penularan virus Corona, karena virus tersebut di tularkan lewat udara, pemakaian masker bisa mengurangi penularan sampai tingkat keberhasilan 80 persen," kata Wisnu. Wisnu menerangkan bahwa masker yang dipakai bisa berupa masker bedah dan tidak harus masker N95. Sebab masker N95 umumnya lebih mahal dan bisa membuat anak merasa tidak nyaman. "Untuk pemakaian masker bedah seperti yang berwarna biru-putih, maka warna putih berada di dalam, warna biru di luar, ini yang sering terbalik pada masyarakat. Dan jangan lupa mengganti masker sesering mungkin," imbuhnya.

5. Ajari Anak Etika Saat Sakit

Selain melakukan pencegahan, baiknya orangtua dan guru juga memberi pemahaman pada anak tentang etika saat sedang sakit agar tidak menularkan virus pada teman-temannya. Caranya, ajak anak yang sedang sakit batuk dan pilek untuk mengenakan masker. Minta anak untuk menggunakan tisu saat bersin dan batuk, lalu membuangnya di tempat sampah. Tak lupa, minta mereka untuk sering-sering mencuci tangan, hidung maupun mulut. "Hindari dahulu bepergian jika sakit atau bepergian ke tempat yang sedang terdapat wabah penyakit, selalu gunakan masker jika kita sakit flu," imbuh Wisnu. Bila memungkinkan, ganti kontak fisik seperti salaman dengan ucapan salam untuk mengurangi risiko penyebaran.

6. Bekal Dari Rumah

Virus bisa menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, misalnya terkena bersin atau tersentuh tangan orang yang sedang sakit. Untuk itu, ada baiknya bila orangtua membekali anak makanan rumahan yang lebih terjamin kebersihannya. Wisnu menyarankan, olah makanan dengan higienis dan masak hingga matang. Hindari dahulu makanan mentah atau setengah matang demi mengurangi paparan bakteri maupun virus.

7. Bekal Sehat Imun Kuat

Menurut Wisnu, ada sejumlah hal yang bisa memengaruhi kecepatan kesembuhan seseorang terhadap virus, yakni kecepatan penanganan pasien, daya tahan tubuh pasien waktu terjangkit virus dan apakah ada penyakit berat yang sedang dialami. Sehingga, selain melakukan langkah pencegahan "eksternal", orangtua juga perlu memastikan anak memiliki daya tahan tubuh yang baik sebagai pencegahan "internal". "Mengonsumsi vitamin dan imun booster bagus, sesuai dengan pola hidup yaitu yaitu vitamin adalah bagian dari pola makan dengan gizi berimbang. Tetapi jangan dilupakan bahwa makanan harus lengkap komponen gizinya yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral," pungkas Wisnu. Untuk itu, pastikan anak-anak tak hanya dibekali makanan yang bersih dan matang, namun juga bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari dalam.