Waspadai Kenakalan Remaja

img-single-page

                                                                                                                                       “Waspadai Kenakalan Remaja”

 

            Masa remaja merupakan masa transisi antara masa anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini remaja juga cenderung lebih berani mengutarakan keinginan hatinya, lebih berani mengemukakan pendapatnya, bahkan akan mempertahankan pendapatnya sekuat mungkin. Hal ini yang sering ditanggapi oleh orang tua sebagai pembangkangan. Remaja tidak ingin diperlakukan sebagai anak kecil lagi. Mereka lebih senang bergaul dengan kelompok yang dianggapnya sesuai dengan kesenangannya. Mereka juga semakin berani menentang tradisi orang tua yang dianggapnya kuno maupun peraturan-peraturan yang menurut mereka tidak beralasan, seperti tidak boleh mampir ke tempat lain setelah pulang sekolah, dan sebagainya.

            Di samping itu, remaja mulai mengerti tentang gengsi, lebih sering memperhatikan penampilan, dan mulai tertarik dengan lawan jenis. Masa ini dianggap masa yang sangat rawan bagi remaja karena perkembangan emosi yang cenderung labil. Jika tidak didukung dengan peran orang tua, masa remaja akan cenderung memunculkan masalah bagi remaja. Kasus seperti ini lebih sering disebut dengan kenakalan remaja.

            Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal  dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungan, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri, dan sebagainya.

            Dalam hal ini, peran orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan remaja. Orang tua perlu mengenali gejala-gejala awal yang biasanya mengarah pada kenakalan remaja, antara lain:

·            Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya sehingga anak tersebut sering menyendiri.  Hal ini bisa terjadi karena anak mempunyai sikap yang keras atau tidak bisa menyesuaikan diri dengan teman-temannya yang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda.  Anak yang demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi.

·            Anak-anak yang sering menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah atau di sekolah. Menghindarkan diri dari tanggung jawab biasanya karena anak tidak menyukai pekerjaan yang ditugaskan pada mereka sehingga mereka menjauhkan diri dari padanya dan mencari kesibukan-kesibukan lain yang tidak terbimbing.

·            Anak-anak yang sering mengeluh dalam arti bahwa mereka mengalami masalah yang oleh dia sendiri tidak sanggup mencari permasalahannya. Anak seperti ini sering terbawa kepada kegoncangan emosi.

·            Anak-anak yang suka berbohong. Karena berberapa pertimbangan yang dilakukan anak untuk menutupi kesalahannya sehingga mereka menyelamatkan diri mereka dengan berbohong. Jika hal ini terus dilakukan, tentu akan menjadi kebiasaan buruk anak.

           Gejala-gejala diatas tentunya bisa dihindari jika orang tua selalu memperhatikan dan mengikuti perkembangan anak selama di rumah, karena anak juga mempunyai kegiatan sendiri saat mereka harus sekolah. Yang paling penting orang tua harus mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap anak-anaknya. Karena apapun alasannya, orang tua tetap menjadi orang yang seharusnya dekat dengan anak-anaknya dalam kondisi apapun.

           Selain itu, orang tua harus selalu memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya kepada anaknya. Jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga masalah anak-anaknya segera dapat terselesaikan. Perlunya ditanamkan dasar agama yang kuat pada anak-anak sejak dini dirasa penting karena anak hanya mendapat pelajaran agama di sekolah yang hanya beberapa jam saja. .
Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya yang bernilai positif. Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi hobi mereka, agar anak remaja kita dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif.

           Hal ini juga berkaitan dengan  pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya. Sebagai orang tua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.

Komunikasi yang baik juga sangat berpengaruh. Kedekatan orang tua dengan anak mempengaruhi pula pola komunikasi antar keduanya. Anak yang merasa nyaman dengan orangtua akan menjadikan orang tua sebagai tempat “curhat” dalam hal apapun, baik curhat tentang sekolah, teman, sampai ke masalah pribadi anak. Orang tua harus bisa menjadi pendengar yang baik sekaligus memberi solusi atas semua masalah-masalah yang dialami anak.

           Setelah kita mengetahui beberapa gejala yang cenderung mengarah pada kenakalan remaja diatas, membuat kita akan lebih mengerti akan sikap dan perilaku remaja kita apakah baik baik saja ataukah sudah mengarah pada suatu kenakalan remaja.