Wali Kota Balikpapan Menambah Hari Libur Sekolah 2 Minggu

img-single-page

Wali Kota Balikpapan Menambah Hari Libur Sekolah 2 Minggu


 

Pemerintah Kota Balikpapan memberikan libur kepada para murid PAUD/TK, SD, SMP sederajat sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona. Libur semula diberikan selama satu pekan sejak tanggal 16-23 Maret 2020. Namun masa libur atau belajar di rumah ini diperpanjang sampai tanggal 30 Maret 2020.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan perpanjangan libur sekolah tersebut berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendidikan yang meminta agar meliburkan sekolah selama dua minggu.

“Kami sudah terima suratnya dari Menteri Pendidikan, libur sekolah diperpanjang jadi dua minggu,” kata Rizal usai memberikan sambutan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Balikpapan 2020 di Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (16/3).

  • Sesuai arahan Menteri Pendidikan

Menurut Rizal, perpanjangan libur sekolah tersebut dilakukan untuk menyikapi penyebaran virus corona atau Covid-19 yang terus meluas ke sejumlah wilayah di Indonesia.  

Hingga saat ini jumlah pasien suspect virus corona di Kota Balikpapan tercatat sebanyak tujuh orang yang sudah dirawat di ruang isolasi di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), RSUD Beriman, dan RS Pertamina.

Selain itu, masih ada empat orang sisanya masih masuk daftar tunggu karena keterbatasan jumlah ruang isolasi.

Sementara itu, jumlah warga yang masuk Orang dalam Pemantauan (ODP) Pemerintah Kota Balikpapan terkait dugaan penyebaran virus corona terdapat sebanyak 85 orang. Mereka dipantau karena pernah melakukan perjalanan keluar negeri atau luar daerah termasuk orang yang dilacak pernah melakukan kontak dengan pasien suspect corona.

“Yang dirawat ada tujuh, sedangkan empat lagi masih daftar tunggu karena tidak ada tempat. Sedang 85 orang masih diawasi karena ada yang rangkaian tracking pasien corona, baru tiba dari luar daerah dan baru melaksanakan perjalanan luar negeri yakni umrah,” jelasnya.

  • Ruang isolasi yang ada belum semua memenuhi standar untuk penanganan virus corona

Kondisi minimnya jumlah ruang isolasi yang ada di Kota Balikpapan, menurut Rizal disebabkan karena seluruh ruang isolasi yang dipergunakan masih terpusat di  RSKD. Sejumlah rumah sakit lainnya belum memiliki kesiapan ruang isolasi yang memenuhi standar untuk menangani pasien corona.

“Dulu pernah kita kumpulkan data, ada 20 ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Kota Balikpapan, ketika diperiksa ternyata belum siap untuk menangani pasien corona,” jelasnya.

Rizal menjelaskan kondisi ini telah disampaikan ke pemerintah pusat sehingga proses penanganan pasien suspect corona di Kota Balikpapan dapat dioptimalkan.

  • Desak bangun laboratorium di daerah

Selain memerlukan fasilitas isolasi yang memadai, Rizal mengharapkan dibangun laboratorium untuk pemeriksaan sampel pasien corona di daerah. Sehingga tidak tergantung pada proses pemeriksaan di oleh Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes)  Kementerian Kesehatan RI di Jakarta sesuai dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo.

“Cuma itu memang butuh proses yang panjang,” jelasnya.