Antisipasi Corona Walikota Balikpapan Liburkan PAUD sampai SMP

img-single-page

Antisipasi Corona Walikota Balikpapan Liburkan PAUD sampai SMP


Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengumumkan untuk mencegah merebaknya wabah virus corona terutama di kalangan pelajar, maka sekolah di Balikpapan dari tingkat PAUD, SD, dan SMP sederajat diliburkan selama seminggu terhitung sejak Senin, 16 Maret 2020. 

"Yang diliburkan adalah anak TK/PAUD sampai SMP," kata Rizal usai Rapat Pembahasan Antisipasi Penyebaran Virus Corona (COVID-19), di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, pada Minggu (15/3). 

Sementara, menurut Rizal, untuk SMA/ sederajat, kewenangan untuk memutuskan meliburkan para murid adalah pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

 

Rizal mengingatkan RS agar mempersiapkan ruang isolasi bagi pasien terkait virus corona

Rizal menjelaskan, di Balikpapan terdapat 13 rumah sakit dengan 20 ruang isolasi yang disiapkan untuk pasien terkait virus corona. RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) menjadi rumah sakit rujukan utama di Balikpapan untuk menangani kasus virus mematikan ini.

Rizal mengingatkan pihak RS menyiapkan ruang isolasi agar ketika dibutuhkan ruangan tersebut telah siap. Prioritas di RSKD adalah bagi pasien yang terindikasi COVID-19 sehingga tidak digunakan oleh pasien lain yang juga memerlukan ruang isolasi, seperti misalnya pasien TBC.

"RS Kanujoso yang merupakan RS rujukan utama yang ada 10 ruang isolasinya bisa dimanfaatkan maksimal, sehingga pasien yang tidak terkait dengan virus corona bisa ditampung di rumah sakit lainnya," kata Rizal. 

Akan disiapkan tempat bagi Orang dalam Pemantauan (ODP)

Rizal menjelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan tempat bagi Orang dalam Pemantauan (ODP) yang jika tidak dapat dipantau lagi di rumah dapat ditempatkan secara khusus. Seperti di rumah susun, atau lokasi yang terdapat banyak ruangan, atau tempat yang dapat disekat-sekat.

"Gedung Squash atau Dome (Balikpapan Sport and Convention Center) akan kita siapkan juga untuk mereka yang dipantau di rumah," katanya. 

Selain itu, Rizal menambahkan, TNI juga mempersiapkan sarana untuk menangani ODP dengan tenda di Kawasan Samboja. 

"TNI menyiapkan tenda-tenda di Amborawang, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tenda-tenda ini bisa dipindah-pindahkan ke lokasi yang strategis," ujar Rizal. 

Pemkot Balikpapan terbuka untuk bantuan pihak lain guna mengatasi keterbatasan APD dan peralatan kesehatan

Pemkot Balikpapan juga sedang berupaya memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan medis baik bagi tenaga kesehatan maupun untuk masyarakat. Ia mengaku telah menghubungi pemerintah provinsi dan pusat untuk membantu menyediakan peralatan perlindungan diri ini.

"Misalnya disinfektan, masker,  Alat Pelindung Diri (APD), kita lagi mengusahakan supaya ini segera diadakan karena sangat terbatas," kata Rizal.

Pemerintah Kota Balikpapan juga sangat terbuka dan menerima bantuan dari pihak lain yang ingin membantu menyediakan barang-barang yang diperlukan. Bantuan peralatan ini dapat diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan.

"Bagi pihak luar yang ingin membantu barang-barang itu dipersilahkan diserahkan kepada DKK, komunikasi dan koordinasinya melalui DKK," ungkapnya.